10 June 2017

Trimoelja Soerjadi gigih membela Ahok

Di usianya yang jelang kepala delapan, tepatnya 78 tahun, Trimoelja Darmasetia Soerjadi masih tahes. Advokat kawakan ini masih sibuk mendampingi kliennya di ruang sidang pengadilan. Tak hanya di Surabaya, tapi juga Jakarta dan kota-kota lain.

Jamunya apa? Hehe... Istirahat cukup, jaga makanan, olahraga ringan, tidak stres. Ibadah jangan lupa. Begitu antara lain yang dikatakan Pak Tri yang asli arek Suroboyo itu. ''Kita tidak boleh membeda-bedakan manusia atas dasar suku agama ras golongan dsb. Itu prinsip kami sebagai advokat,'' ujar lulusan FH Unair tahun 1979 itu.

Trimoelja sangat kondang di masa Orde Baru karena getol membela korban-korban HAM di Jatim. Yang paling fenomenal tentu kasus Marsinah. Buruh pabrik arloji di Porong itu (sekarang ditenggelamkan lumpur Lapindo) dibunuh dan mayatnya dibuang ke hutan.

Pak Tri dan kawan-kawan berjuang untuk mengungkap kasus ini meskipun ditekan rezim orba yang represif. Sejak itulah nama Trimoelja mencorong di dalam dan luar negeri. Trimoelja pun makin dikenal sebagai tokoh pembela hak asasi manusia (HAM).

Belum lama ini Trimoelja dipercaya Ahok untuk mendampinginya dalam sidang kasus dugaan penodaan agama. ''Saya diminta langsung sama Pak Ahok,'' ujarnya.

Meskipun capek, maklum sudah sepuh, Trimoelja senang menangani kasus yang diduga kental dengan muatan politik SARA itu. Coba kalau Ahok tidak maju pilkada, mungkin tidak akan ada unjuk rasa jutaan manusia. Berjilid-jilid. Ahok pun mungkin tak bernasib seperti sekarang.

Sebagai muslim tulen, Trimoelja menegaskan bahwa Ahok tidak melakukan tindak pidana penistaan agama. Ada banyak bukti, saksi ahli, hingga saksi fakta yang kasih keterangan di sidang. Tapi.... hasilnya seperti itu. Ahok divonis 2 tahun penjara.

Cukup ringan dibandingkan hukuman maksimal 5 tahun. Tapi bagi Trimoelja, mestinya vonis bebas. Setidaknya hukuman percobaan seperti tuntunan jaksa. Karena itu, Trimoelja dan tim pembeli menyiapkan memori banding.

Tapi.... kerja keras siang malam itu sia-sia. Ahok lewat istri dan adiknya mencabut banding. Pasrah bongkokan. Menerima vonis 2 tahun. Trimoelja dkk pun tak bisa apa-apa. Kalau kliennya pasrah, rela dibui.. ya piye maneh?

Trimoelja pun hanya bisa mengikuti keinginan Ahok dan keluarganya. Meskipun gara-gara membela Ahok, dia dibuli di media sosial. Dianggap membela seorang penista agama. Dan tuduhan-tuduhan tidak enak lainnya.

''Ini sudah risiko profesi (pengacara),'' kata ayah tiga anak itu.

No comments:

Post a Comment