02 June 2017

Grup WA tanpa permisi

Aplikasi WA sudah lama menggantikan SMS yang dulu sangat terkenal itu. Saat ini belum tentu dalam seminggu ada SMS yang saya terima. Kalau WA mah sangat sering.

WA memang luar biasa. Bisa dipakai untuk kirim foto, musik, video, dan apa saja kecuali uang. WA juga sudah lama menggantikan grup BBM di berbagai komunitas dan tempat kerja. Ponsel BB saya sudah lama jadi besi tua. Nganggur.

Tapi ya itu... WA juga terlalu berisik. Apalagi kalau ikut grup yang anggotanya hiperaktif. Kalau dituruti bisa habis waktu kita memelototi layar HP. Kapan bisa diskusi yang sedikit serius atau baca buku? Bisa gila kita orang!

Selama dua minggu ini saya harus menghapus 4 grup WA. Bukan apa-apa. Sang teman yang jadi admin(istrator) memasukkan begitu saja nomor saya di grup WA yang baru dia buat. Ada grup seniman, tempo dulu, komunitas dsb. Tahu-tahu saya sudah masuk grup.

Berbeda dengan grup BBM atau Facebook, grup WA ini tidak punya mekanisme unfollow. Tidak pakai invite atau restu dari calon anggota. Siapa saja dicemplungkan ke grup A B C D dst. Memangnya semua orang senang ngerumpi di media sosial?

Kalau di FB, yang juga laris di Sidoarjo, kita bisa tetap anggota grup tanpa perlu membaca status-status yang ditulis anggota. Tidak ada notifikasi karena memang sudah dimatikan. Maka saya masih anggota 3 grup FB Sidoarjo tapi tidak pernah membaca isinya.

Nah, di grup WA kita hanya bisa membisukan (mute) saja. Tapi tetap ada notifikasi. Orang seakan dipaksa untuk membuka pesan-pesan yang sudah puluhan atau ratusan itu. Lebih gila lagi kalau semua anggota rajin bikin status, nyebar meme, komen ini itu dsb.

Maka, satu-satunya cara agar tidak diganggu notofikasi WA ya... tidak ikut grup. Kecuali grup khusus untuk pekerjaan atau topik yang benar-benar penting.

Semoga pembuat aplikasi WA mau menambah opsi unfollow kayak di FB itu. Iseng-iseng saya lihat di Google, ternyata sudah ada ribuan orang yang komplain karena tiba-tiba dimasukkan dalam grup WA.

1 comment:

  1. Kan bisa exit grup selain membisukannya

    ReplyDelete